Search This Blog

Friday, May 17, 2013

Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Alhamdulilah akhirnya ada berita gembira datang. Saya dan beberapa orang  teman lulus dari Ujian Sertifikasi pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh Kantor (Kemenpera) bekerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) beberapa hari yang lalu (30 April - 3 Mei 2013) di Bogor.

Nama-nama yang Lulus
Saya tahu lulus dari teman, Maria, yang lagi main ke ruangan bilang "Selamat ya kita lulus", katanya. Tapi sayang, dari berlima ada satu yang tidak ada namanya di kelulusan itu.  Sabar ya teman, memang ujian seperti ini membutuhkan konsentrasi.

Lalu pertanyaannya adalah seberapa pentingkah kita harus lulus dalam ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa?
Jawabannya adalah... saya katakan di sini harus lulus. Kenapa?
Ada yang kita pertaruhkan di sini. Nama kita atau dengan kata lain kita harus bisa menjadi kebanggaan untuk diri kita sendiri. Ada dignity di sini. Meskipun tidak masalah tidak lulus. 

Saya juga itu kali kedua ikutan ujian pengadaan barang dan jasa. Pertama kali tahun lalu, diadakan di Bandung. Tapi tidak lulus. Pada waktu saya ikutan pertama kali juga tidak ada kelulusan dengan predikat lulus L4, L2, seperti itu. Aturannya waktu itu sudah dirubah, menjadi Lulus dan Tidak Lulus.
Bisa dimaklumi sih, waktu ikut yang pertama kali dan sampai sekarang belum pernah terlibat dalam kepanitiaan pengadaan barang dan jasa. Jadi pengalamannya masih kurang. Sementara yang lain sudah ada yang pernah ikut terlibat dalam kepanitiaan pengadaan barang dan jasa.

Untuk ujian yang kedua kali ini, saya dan teman sudah belajar dari pengalaman pertama. Tentang Strategi menjawab pertanyaan. Strateginya seperti ini, kita mengerjakan soal dari bobot nilai yang paling tinggi ke bobot yang paling kecil. Hal itu saya praktekan sendiri. Soal itu dikerjakan dengan sangat runut dari belakang ke depan atau dari yang bobotnya besar ke bobotnya kecil. Hal inilah yang tidak dilakukan ketika pertama kali ujian.

Bukan hanya strategi itu saja sih sebenarnya. Masih ada hal lain, yaitu faktor pengajar. Para pengajar ini sangat menentukan dalam mentransfer ilmunya ke peserta. Alhamdulilah waktu yang kedua kali ini, saya mendapat pengajar yang bisa diterima dengan baik cara penyampaiannya atau cara memberikan penjelasan.

Saya cermati, kenapa kita sulit untuk mengerti atau memahami para pengajar. Apa yang salah di sini? kalau yang saya rasakan, adalah tidak sistematis, meloncat-loncat, dan kurang ada penjelasan dalam bentuk visualisasi atau tayangan dan faktor pribadi misalnya tidak fokus. Itu salah satu faktor yang saya rasakan bisa mengganggu pemahaman kita. Pada ujian yang kedua kali ini beruntungnya adalah dihari ketiga kita tidak dijejali dengan teori, melainkan kita mereview semua yang sudah diberikan. Selain itu, memperdalam lagi hal yang kurang dipahami. Seperti itu kira-kira.

Kalau menurut saya penting untuk kita dapat mengikuti pelatihan dan ujian pengadaan barang dan jasa ini. Manfaatnya kita bisa mendapatkan ilmu yang baru. Kita bisa paham tentang pelelangan dan kita memiliki dasar yang kuat untuk mengambil suatu keputusan.

Yang disosialisasikan dan diujiankan

Tapi, di saat saya baru saja tahu hari ini lulus, teman-teman yang sudah lama terlibat dalam kepanitiaan barang dan jasa ada yang mengundurkan diri dari kepanitiaan. Saya salut dengan mereka. Hal ini dilakukan karena mereka justru sangat memahami peraturan.

Kalau saya tentu ingin belajar dan mengetahui lebih dalam. Saya tidak mau ketinggalan suatu ilmu. Ujian itu khan diawali dengan sosialisasi dulu. Selama sosialisasi ini kita belajar tentang Peraturan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2012 dan hari terakhir ujian.

Saya dapat banyak hal dari para pengajar yang didatangkan dari LKPP. Salah satunya mengenai kasus Hambalang. Tahu tidak teman-teman mengapa Menterinya menjadi tersangka? Ini ada kaitannya dengan Pepres ini. Karena tidak tahu, seseorang bisa jadi tersangka. Padahal menurut pengajarku, masalahnya sepele. Apa masalahnya? Sang Menteri sebagai Pengguna Anggaran (PA) seharusnya dialah yang menetapkan pemenang untuk pengadaan Lebih dari 100 Milyar. Tapi yang terjadi adalah, yang menetapkan bukan PA tapi KPA (Kuasa Pengguna Anggaran). Bisa sebenarnya KPA yang menetapkan pemenangnya, tapi harus ada surat kuasa dari PA. Masalahnya PA tidak memberikan surat kuasa kepada KPA. Jadi PA dianggap lalai.

Pengajar juga mengatakan jangan takut terhadap pengadaan barang/jasa pemerintah. Dikarenakan hal ini bukan ranahnya polisi dan jaksa. Ini adalah ranahnya LKPP. Jadi, kalau kita mendapat kesulitan bisa menghubungi LKPP. Di LKPP sendiri ada bagian bantuan hukum.

Selain itu, di LKPP ada posisi untuk Jabatan Fungsional Pengadaan Barang dan Jasa. Maksudnya untuk menjadi pengajar. Kita bisa ikutan, syaratnya pertama lulus dulu dari tes dasar ujian Pengadaan Barang dan Jasa. Bagaimana tertarik?

Kalau saya ingin mengajar dan berbagi ilmu tapi untuk bidang yang lain, hehehehe....

Oh ya, ada cerita lain dibalik ujian ini. Ujian ini khan diadakan di Bogor. Panitia tidak menyediakan transportasi, karena itu saya cari barengan. Saya lihat di list nama-nama peserta ada Norma, wuih senengnya bukan kepalang. Bisa ya barengan lagi dengannya. Waktu yang pertama kali, bareng sama dia, sekamar lagi.

Setelah tahu Norma juga ikutan, saya hubungi dia, merundingkan bagaimana caranya kita ke Bogor karena panitia tidak menyediakan transportasi. Akhirnya kita sepakati untuk naik taxi. Janjianlah kita di pinggir jalan. Norma datang dengan taxi. Pokoknya kita menghabisakan sekitar Rp. 200.000,- Sebenarnya kalau ke kantor dulu alias tidak langsung ke Bogor dari kosan, kemungkinan kita bisa dapat tumpangan dari yang lain. Masalahnya kalau saya malas saja mencari-cari lagi. Lebih baik langsung putuskan yang pasti. Akhirnya disepakatilah naik taxi.

Seperjuangan banget sama Norma dan kebetulan juga sama-sama angkatan CPNS 2009. Senang akhirrnya kita berhasil Norma. Selamat juga untuk teman yang lain, Maria dan Mira (kita duduk satu bangku sama-sama berjuang). ....

Satu cerita lagi sebelum ditutup. Sebernarnya waktu tanggal 30 April itu, Bagian Humas dan Protokol lagi ada acara lain di Bogor. Saya juga termasuk sebagai petugasnya. Hampir tidak akan mengikuti sosialisasi dan ujian pengadaan barang dan jasa. Tapi waktu itu, Bu Rini, datang ke ruangan dan menawari saya untuk ikutan ujian. Meskipun sebelumnya ada kasubagku yang sudah menawari. Saya katakan kepadanya mau aja ikutan tapi harus bilang dulu sama Boss. Akhirnya Bossku menyuruhku untuk ikutan. Senanglah saya sebenarnya.

Alasan lain kenapa ikutan ujian ini adalah lagi jenuh diam di ruangan terus. Kupikir lebih baik ikutan ujian di Bogor, 4 hari cukup untuk refreshing sekaligus dapat ilmu.  Rindu pada caranya belajar dan mendengarkan perkuliahan.

Selama di Bogor pun, Saya dan Norma tidak pergi kemana-mana. Kita nyantai saja di Kamar. Makan pun ya di restoran hotel tidak keluar.  Kalau saya tiduran sampai tidur .... pokoknya nyantai.  Tapi pas mau ujian adalah mereview sebentar. Ujian sih bisa bawa Perpresnya.  Tapi lamanya itu yang cari pasalnya.

Oh ya, ujian sekarang, cara mengisinya pun tidak lagi dengan cara menghitamkan jawaban tapi cukup di silang. Ini menghemat waktu dan panitia pun menjamin bahwa lembar jawabannya bisa terbaca meskipun jawabannya di silang. 


Demikian cerita saya.....

NB: Memang masalah dipakai atau tidaknya itu sertifikat, tergantung Boss ....

Wednesday, April 4, 2012

Pindah Ruangan Kerja

Hari ini ceritanya mau izin ke kantor agak siangan karena  ada urusan lain. Tapi apa mau dikata, karena ada perintah untuk pindah ruangan batallah izinnya.
Dan beginilah keadaan ruangan baru kami. Ya, ruangan Humas dan Protokol.

Tempat dudukku di bagian sisi luar :)

 Dari gambar tersebut bisa dilihat tempat dudukku ada di sebelah sisi luar. Satu linenya ada tiga bangku. Jadi, ada tiga orang yang duduk dalam satu baris. Orang yang terlihat di gambar itu Nurul, dia lagi posting cerita ke blognya :)

Catatan saya pindah ruangan dari lantai 3 ke lantai 1 untuk  sisi positifnya adalah kita dekat dengan Mesjid. Jadi sholatnya bisa berjamaah, Amien.
Hal lain yang baru adalah, kita bergabung dengan bagian lain dalam ruangan itu dan untuk ruangan Kabagnya pun tidak bersekat atau tidak di ruangan tersendiri tapi di ruangan terbuka menyatu dengan kita stafnya.

Memang kami belum memulai kerja di ruangan baru ini dengan kata lain masih pindah-pindahlah. Tapi nanti kalau sudah mulai kerja lagi, deuh, saya melihat tidak ada privasi untuk kabag apabila ingin membicarakan sesuatu dengan stafnya. Otomatislah kalau stafnya ada yang mau menghadap atau kalau ada tamu datang, semua orang di dalam ruangan bisa melihatnya bahkan bisa menguping.

Lalu, masih ada yang harus dibicarakan bersama. Kita biasanya kalau makan sudah disiapkan catering dan begitu pula kalau ada yang lembur atau pulang malam, diberi makan malam yang ditanggung bagian. Bagaimana nanti ceritanya ya kalau bergabung. Tapi lihat saja nanti ke depannya.

Satu hal lagi, ruangan baru kita meski ada di lantai 1, tapi sebenarnya bukan di lantai satu, karena gedungnya terpisah dengan gedung utama dan sayangnya posisinya memojok ke dalam. Memang kurang strategis model bangunannya. Entahlah konsepnya itu sebenarnya bagaimana saya pun tidak mengerti. Karena bangunan itu sebenarnya bukan milik kami.  

Saya harap meskipun kita pindah ruangan dan bergabung dengan bagian lain, kita semua bisa menciptakan ruangan yang kondusif untuk bekerja ya.

Dan, capek juga ya pindahan itu. Meskipun ada OB yang bantu tapi khan kita sendirilah yang harus menata.

Wednesday, February 22, 2012

Membuat Berita Itu Harus Cerdas

Nih, mau sharing lagi. Pokoknya kalau yang mau baca silahkan yang tidak mau tidak masalah.
Gini ceritanya, salah satu job deskripsi  yang ada di divisi kami  adalah membuat berita. Dari mana kita dapat berita? Jawabnya tentu saja dari event-event yang kita laksanakan atau dari kegiatan lainnya. Berita yang  dibuat tentu kita upload ke Website kita sendiri. Ini salah satu publikasi.

My Glasses that rarely do i use  it


Tapi sebenarnya publikasi itu secara garis besar saya bagi dua. Pertama, publikasi yang kita lakukan secara pasif dan kedua secara aktif.  Publikasi Pasif maksudnya, seperti yang kami lakukan, membuat berita dan menguploadnya ke website. Lalu, nanti diambil oleh media online lainnya. Tentunya media Online juga mengambil berita yang memang mempunyai nilai beritanya. Nah, darimana saya tahu ada media online lain yang mengambil berita kita dari website?
Tentu jawabannya adalah ketika googling dan memasukan kata kunci biasanya ketik judul berita yang kita buat nanti mesin google akan mencarinya sendiri dan menampilkan hasilnya. Googling ini kita lakukan ketika mau mencari bahan berita online untuk kliping.
Nah, itu tadi mengenai publikasi pasif.

Kedua, Publikasi Akif, artinya kita memberikan release kepada para jurnalis untuk dimuat, atau membuat advertorial dan membayarnya seperti itu kira-kira. Saya bilang ini aktif karena memang kita usahanya tidak hanya mengupload saya tapi juga ada usaha atau ada pengorbanan extra yang dikeluarkan.

Saya paling senang kalau sehabis upload berita di website itu lalu googling  untuk cari tahu apakah ada media online lain yang mengambil berita kita. Dan ketika ada senangnya, berarti sudah masuk standar mereka atau mereka yang mengejar target, itu tidak jadi masalah. Hal yang terpenting kita ada publikasi.

Terkait dengan pembuatan berita ini, baru-baru saja saya mengalami yang namanya deg-degan.. atau dengan kata lain saya pertama kali buat berita yang contennya dibilang baru. Hal ini tentu saja tidak bisa langsung begitu saja diterima masyarakat dan ini membuat saya berpikir lagi bahwa membuat Berita itu harus CERDAS. Sebelumnya sih kalau buat berita datar-datar saja.

Mengapa harus Cerdas?
Karena media lain yang tidak bisa kita control bisa melakukan pengeditan terhadap berita yang kita buat. Penggeditan judul, bagi saya itu tidak masalah. Pemotongan contennya juga tidak masalah, asalkan tidak merubah maksudnya.
Masalah timbul ketika ada media online yang memuat berita kita lalu ada beberapa conten yang diskip oleh mereka. Memang tidak merubah seluruh conten tapi ketika kita analisa kembali, ada yang kurang.
Hal ini terjadi pada berita yang saya buat.

Apa yang mereka Skip?
Ya, mereka skip pendapat dari pihak luar. Padahal pendapat inilah yang bisa dianalisis lebih dalam. Dan saya sengaja ketika membuat berita itu ingin menampilkan pemberitaan yang secara utuh. Apabila bagian itu tidak diskip,  maka kita bisa menyimpulkan bahwa apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah itu tidak semata-mata ditelan bulat oleh pemerintah daerah. Mereka juga memberikan pendapatnya. Dan tentu saja hal ini dapat menghasilkan kesepakatan baru yang nantinya dapat mengembangkan kebijakan pemerintah lebih luas lagi. Bagian inilah yang mereka skip heheehehe..

Jadi, harus diakui bahwa membuat berita itu tidak gampang. Apa yang membuat itu tidak gampang?
  1. Kita harus mencari judul yang menarik
  2. kita harus mempunya perbendaharaan kata. Misalnya kata penghubung antar paragraf antar kalimat dll. 
  3. Kalau sumber untuk berita itu direkam maka kita harus translet dulu dan ini biasanya yang memakan waktu. 
  4. Harus dibaca kembali ketika sudah selesai untuk menghindari salah penulisan. 
  5. dll.
Karena membuat berita itu tidak gampang dan pada kejadian yang menimpa saya (ada bagian yang terskip) maka kita harus bisa membuat berita secara  cerdas.
  1. Dalam pemilihan judul berita kita harus mencerminkan isinya.
  2. Isinya itu harus diperhatikan baik-baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga apabila ada yang terskip atau dieedit kembali oleh media lain, hasilnya akan aman-aman saja bagi kita. 
  3. Hindari conten berita yang masih belum clear. Dan supaya clear hal yang belum jelas harus ditanyakan terlebih dahulu kepada pembuat kebijakan secara langsung. Atau cari topik yang lain yang menarik.
  4. Kalau bisa membuat berita itu yang fresh. 
  5. Harus diingat dalam membuat berita itu  harus cover both side. Atau tidak menampilkan salah satu pihak saja. Tapi kalau bisa beberapa pihak harus bicara. 
  6. dlll.  
Seperti itulah kira-kira teman-teman. Dan saya perhatikan, ada satu media online, saya tidak akan sebutkan di sini, yang setiap kali memuat berita yang kami buat, khusunya berita yang saya buat tidak pernah menskip conten berita, dia ambil apa adanya. Mungkin ada judul yang dia tambah.. Itu tidak masalah selama dalam batas kewajaran.

Dikarenakan media itu ada yang bebas maka kita harus cerdas dan untuk media yang katakanlah suatu persatuan wartawan misalnya di Kantor kita itu sangat penting peranannya. Karena apa yang saya lihat di kantor itu, mereka membantu dalam publikasi. Mereka memahami substansi. Dan mereka tentunya bisa memfilter apa yang seharusnya dipublikasi dan tidak.

Karena itulah, saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu publikasi kami. Biasanya kalau di kantor itu, Mas Ris yang sangat concern dengan release. Kalau Mas Ris sudah buat release biasanya banyak berita yang dimuat. Saya pun banyak diajarinya. Terima kasih, tetap bimbing saya :)

NB: Pengalaman itu menyempurnakan Hidup :)

Tuesday, January 17, 2012

KlipingDigital Dibaca oleh Benua Lain

Wow, it's amazing waktu saya lihat statistika KlipingDigital  ini. Ternyata dibaca oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Coba lihat ini:

Lihatlah chart itu
Melihat pada chart itu berarti apa yang saya lakukan tidak sia-sia. Ternyata ada yang membacanya. Dari belahan benua lain lho, ada AS, Inggris, Australia dan tentunya dibaca sendiri oleh bangsa pribumi, Indonesia.  Kukira tidak akan ada yang menoleh. Ya, meskipun tidak dibaca secara utuh tapi setidaknya membuat orang aware bahwa ada KlipingDigital dan itu sudah bagus. Jadi tetap semangat ya dalam mempelopori kalau ku bilang ini salah satu dari bentuk e-Government  :D

Friday, January 6, 2012

Kliping Digital di Scribd.com

Yup, akhirnya ideku untuk mengoptimalkan kliping digital dengan menggunakan social media benar-benar terjadi. Hari ini aku pun membuat account baru di scribd.com.


Tampilan Kliping Digital

Nah, seperti itulah tampilannya dan hari ini saya benar-benar mengupload kliping-kliping itu. Ini khan lagi awal tahun, jadi kita masih bisa berbenah. Tampilan seperti itu juga yang saya harapkan di website resmi. Tapi ya karena berhubung websitenya sedang dalam proses pembenahan jadi saya upload di sini saja. Mengenai hal ini pimpinan sudah mengetahuinya dan semoga saja kiliping digital ini bermanfaat ya. Silahkan klik ini ...

Kliping Digital

Hm, ada sudah satu tahun ya tidak ngbelog lagi di sini. Akhirnya diputuskan saja untuk update lagi hehehehe... Tapi sebelumnya selamat tahun baru 2012 ya.. tidak terasa sudah berganti tahun. Apa rencana teman-teman di tahun baru ini?

Kumpulan Kliping Digital

Blog ini memang saya ciptakan untuk sharing sedikit tentang pekerjaan namun masih dalam batas-batas yang wajar.  Kali ini saya ingin bahas tentang kliping. Apakah teman-teman membuat kliping di kantor?

Tentu saja jawabannya akan bervariasi. Kalau saya sendiri karena di bagian Humas dan Protokol tentu saja membuat kliping. Bahan kliping ini diambil dari berita di surat kabar nasional maupun lokal kemudian ada juga dari berita online. Kliping yang kita buat digandakan sebanyak 8 buah lalu disebarkan untuk eselon 1, SAM, Staf Khusus dan Perencanaan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana informasi yang kita berikan di feedback atau di muat oleh media tentu juga untuk memonitoring sebagai salah satu bahan masukan dalam pengambilan keputusan. Anda percaya itu? tentu harus. Karena bisa jadi pernyataan seseorang bisa menjadi pemicu dikeluarkan suatu kebijakan yang baru.

Nah, karena saya  dan teman -teman yang lainnya juga mengkliping di setiap hari kerja jadi kita tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan untuk lebih mengoptimalkan kliping itu.  Tidak hanya menggunting, menempel, searching dan menyebar. Untuk tahun 2012 ini tiba-tiba saja terlintas di benak saya ingin mengoptimalkan kliping ini jadi kliping digital. Maksudnya supaya bisa diakses oleh masyarakat luas. Jadinya, minggu pertama di tahun baru ini saya  buat group di yahoo.com semula namanya adalah informasiperumahan@yahoogroups.com tapi dipikir lagi itu terlalu luas jadinya diedit lagi dan sekarang lebih mengkerucut namanya menjadi klipingdigital@yahoogroups.com. Jadi, kalau teman-teman butuh kliping tentang perumahan silahkan bisa subscribe atau menjadi anggota di group ya ....  atau bisa akses ke sini File Kliping Digital .

Oh ya sekarang ini saya inginnya kliping ini disebarkan untuk semua pegawai buka hanya para pejabat eselon hehehehehe..

Sebenarnya kami sudah punya milis namanya milis perumahanrakyat@yahoogroups.com. Nah, mereka juga selalu mengirimkan message yang berisi berita dari kliping yang kami kirim  untuk selanjutnya dibroadcat kepada anggota millis atau mereka menambahkan dengan searching lagi yang terbaru. Memang ada beberapa perbedaan yang dilakukan milis dan konsep klipingdigital. Kalau Milis lebih langsung ya, jadi setiap kali ada pemberitahuan di message terlebih lagi kita pakai BB yang bisa push email kita bisa langsung membaca isi dari message tersebut itu memang efektif. Nah, kalau kliping digital itu lebih kepada klipingnya dalam bentuk yang sebenarnya. Maksudnya kliping digital ini akan berisi tentang  resume kliping, scan kliping berita koran, dan juga berita online. Untuk mengakses dari kliping digital ini memang harus lewat PC atau pun yang sejenisnya. Namun, percayalah biasanya kalau ada sesuatu yang perlu direspon sesegera mungkin, atasan pastinya meminta langsung kliping aslinya atau copyannya. Jadi, ya masih diperlukan kliping ini.

Apalagi sekarang ada tuntutan setiap orang mengetahui isu yang ada. Sepertinya memang kami harus membroadcast juga  minimal headline atau judul berita di BBM Group. Memang itulah salah satu keuntungan memakai BB. Bisa koneksi dengan anggota lebih cepat heheehe......terutama kalau orangnya  selalu standby.

Lalu, pertanyaannya adalah mengapa klipingdigital ini tidak diupload ke website resmi?
O tentu saja ingin saya seperti itu, tapinya fasilitasnya belum ada. Sekarang ini sedang dalam pembenahan. Tapi terkait hal ini saya sudah membicarakannya dengan kasubbag. Dia pun telah menyampaikan hal ini kepada admin atau yang mengelola website. Jadi, tanggapannya mereka merespon untuk menambahkan di bagian editor upload document dan salah satunya bisa dalam bentuk PDF. Tapi tentu saja tidak bisa secepat itu, masih dalam proses dan untuk sementara saya pakai di group yahoo dulu.

Oh ya, upload file melalui yahoogroups itu memang dibatasi atau ada limitnya samapai 100MB dan untuk file yang bisa diupload tidak lebih dari 5KB. Jadi, kalau sudah penuh nanti kita harus mendeletenya apabila ingin upload yang baru. Itu tidak jadi masalah. Tapi tadinya saya ingin file itu tetap ada. Sebagai alternatif lain, kita bisa memakai links untuk mengarahkan dimana file yang lainnya kita simpan di internet. Saya berpikir untuk pakai Scribd.com hehehehee....... tapi kita lihat saja nanti ya. Karena space di yahoogroups masih besar ...

Selain itu, mengkliping sebenarnya tidak mengefektifkan waktu karena bisa setengah hari. Sementara di Kementerian atau Badan lain ada yang menyerahkannya kepada pihak ke tiga dan  diperlukan anggaran besar.  Tapi kita enjoy saja dengan kliping ini, karena keuntungannya kita bisa baca koran dan menemukan informasi yang lain. Meskipun terkadang karena semakin banyaknya kliping sampai-sampai kita tidak ingat secara rinci apa isinya, karena diburu waktu itu. Kita jadinya cepat-cepat tidak fokus pada isinya yang penting kliping rapih :)

Bagaimana dengan teman-teman semua?
 









Monday, December 20, 2010

Tips Mengenali Wajah dan Nama Orang

Pekerjaan saya hari ini, pertama adalah membuat kliping dan kemudian mengumpulkan foto untuk rubrik galeri majalah yang akan diterbitkan oleh kantor saya.
Yang meminta foto adalah teman saya. Dia minta foto waktu puncak peringatan hapernas. Nah, saya pun setelah beres dengan urus-urusan kliping lalu menggarap tugas ini. Saya ambil 3 buah foto. Lalu saya beri caption. Nah dalam memberikan caption ini ternyata saya temukan kesulitan. Karena ini khan eventnya sudah lama, bulan September yang lalu. Saya lupa, siapa nama dan jabatan dari orang yang ada di foto-foto tersebut. Saya tanya teman yang tugas, sebagaian bisa mengenali mereka dan sebagian yang lain tidak.
Duh, bagaimana pun juga saya harus dapatkan nama orang serta jabatannya itu. Kebetulan orang yang saya yakini bisa mengenali orang -orang yang ada di foto itu sedang latihan upacara. Alhasil saya googeling. Satu kata kunci saya googling dengan menyebutkan sebuah nama penghargaan yang memang diberikan di event tersebut. Nah, ternyata memang ada tiga provinsi yang menang. Slah satu provinsi tersebut, Banda Aceh sedangkan dua pejabat dan provinsinya saya kenali. Karena memang saya habis dari provinsi tersebut (Jawa Timur).


Let's Googling


Nah, untuk Banda Aceh ini saya tinggal mencari siapakah orang yang menerima penghargaan yang ada di foto itu. Nah saya pun googling,saya buka website dari Prov. Yang bersangkutan mulai dari pejabat walikota, wakil walikota dan sekda. Ternyata wjahnya tidak matching dengan foto yang ada di tangan saya. Lalu saya pun membuka website pemrov. Wow. Sim salabim, ternyata saya menemukan kemiripan antara foto yang ada di tangan saya dengan foto Gubernur. Hah, lega saya, Dan ternyata, ketika saya mengkonfirmasi ke kolega yang memang bertugas di bidang Protokol, membenarkan. Hahaha. Ternyata. Internet itu sangat bermanfaat. Dan bisa kita gunakan untuk searching atau menemukan suatu fakta atau informasi. Dan hal itu pun saya lakukan ketika mencocokkan foto pejabat wanita dengan foto yang ada ditangan saya melalui website dimana dia bekerja. Selamat mencoba dan melaksanakan kerja ya.

Tuesday, December 14, 2010

Tugas Ke Surabaya 12-14 Desember 2010

Sebenarnya badan saya masih pegal-pegal yang teramat sangat. Tapi alhamdulilah separuh powernya sudah kembali berkat nasi goreng dan sambal khas Bu Ruddy Surabaya yang ku beli di salah satu pusat oleh-oleh di Surabaya.
Tapi sekarang saya tidak ada niatan bahas oleh-oleh Surabaya, melainkan hanya ingin membahas tentang tugas.
Acara sosialisasi yang dilangsungkan di Surabaya kemarin merupakan acara yang diundur, yang seharusnya digelar tanggal 6 Desember 2010, karena waktu itu big boss berhalangan hadir jadi acaranya diundur. Tapi acara yang kemarin pun tetap saja tidak bisa dihadiri big boss karena memang sedang ada acara alias bentrok lagi dengan schedule dewan yang terhormat.
Nah, saya pun sebagai petugas ke Surabaya mengalami hal yang serupa dengan yang pernah dialami teman-teman. Yaitu, "meralat" surat yang sudah terlanjur dikirim ke undangan.
Salah satunya ke wartawan. Karena waktu itu saya yang berkoordinasi dengan media. Sebuah fax saya kirim ke pimpinan redaksi Media cetak yang dengan Up. Salah satu jurnalisnya yang memang anggota dari perhimpunan wartawan di kantorku. Tiba-tiba saja setelah fax itu dikirim eh ada kabar acaranya diundur, alhasil saya buat lagi fax ralat dan menjelang kebernagkatan yang sudah Fix, saya telpon lagi pemred media cetak untuk memastikan bahwa bossnya jurnalis itu memberikan izin kepada si jurnalis yang saya undang untuk meliput acara ke Surabaya. Alhamdulilah ternyata izin pun dikantongi. Nah setelah saya mendapatkan konfirmasi dari pemred maka saya pun memproses ticketing untuk wartawan tersebut dan kami.

Tiket Keberangkatan Ke Surabaya



Di dalam mengurus masalah tiket pesawat ada yang missed. Saya lupa kalau waktu itu mbak D sudah bilang pada saya kalau tiket untuk saya dan kolega saya akan dipesan olehnya, tapi untuk wartawan menyusul. Nah, setelah saya berkoordinaSi dengan panitia dan juga menanyakan masalah transportnya saya pun berinisiatif untuk membooking 3 tiket pesawat dengan bantuan kolega saya. Karena waktu itu ibu B yang menanyakan jumlah keseluruhan untuk ticketing. Dan setelah tiket pesawat itu dibooking, diperolehlah berapa jumlah totalnya. Saya pun sms Ibu B. Dan ternyata uang untuk transport ini harus saya bawa ke kantor itu karena memang kantor kami terpisah. Duh mana saya tidak tahu lagi tempatnya. Mengapa harus saya yang ambil ke sana? Karena kolega saya yang satu lagi sedang tugas ke luar kota. Sebenarnya dia bisa saja mengambil keesokannya, tapi dia menyarankan saya sendirilah yang membawanya alasannya dia ribet kalau harus dia yang ngambil. Mengenai masalah ini saya lapor dulu ke atasan. Dan atasan pun menyuruh saya untuk mengikuti saran dari kolega saya.

Atasan pun mempetakan alamat kantor itu dari kantor saya. Dia katakan "pokoknya dari alazhar itu lurus saja" hahaha... Tetap ya saya masih bingung dengan penjelasannya wong saya belum pernah kesana. Tapi boss bilang belajar supaya saya tahu. Saya katakan saja pada boss iya, oh, hm. Haha, pikirku dlam hati, nanti sjalah tanya lagi yang jelasnya atau naik bajaj saja biar supirnya yang mikir untuk mendapatkan alamat itu hahaha. Tapi saya waktu itu teringat bahwa posisi Bu B yang akan memberikan uang transport ada di Bank. Nah saya telpon dia. TernyatA Bu B lagi di bank depan kantor kami. Saya datangi dia dan tunggu dia transaksi dulu. Akhirnya kami bersama-sama menuju kantornya yang ada di Jl. P ..kami ke sana naik bajaj. Ternyata eh ternyata jaraknya dari kantor kami bisa dikatakan dekat tidak jauh pun tidak. Kebayang kalau harus jalan kaki pasti sudah bercucuran keringat dan kaki bengkak wwkwkwkwkwk

Nah setelah uang trasnport dikasih ke saya, saya pun tersadar kalau tadi perginya buru-buru dan saya tidak bawa dompet hanya bawa HP saja. Sebenarnya ingatnya sudah dari Bank. Saya bingung gimana caranya pulang. Lalu terpikir oleh saya untuk pulang naik bajaj, nanti supirnya suruh tunggu saya ambil uang dulu atau pilihan kedua ambil saja uangnya dari bagian lunsump ku. Tapi ternyata Tuhan selalu sayang pada saya. Waktu mau pulang itu saya ketemu Mas Yud. Akhirnya saya pulang bareng dia. Duh Gusti Allah terima kasih, Engkau selalu ada tiap kali aku dalam keadaan terdesak.

Baiklah, ceritanya saya pun sampai di halaman parkir kantor. Tiba-tiba Bu B telpon saya dan bilang ada orang tiket atas nama saya dan kolega saya tapi untuk wartawan tidak ada. Heran saya kenapa bisa terjadi seperti itu! Saya pun telpon balik Bu B. Tapi sebelumnya saya konfirmasi tiket dulu ke Mr L yang membooking tiket untuk kami. Dia sudah mau pulang, beruntung masih di tangga. Jadi saya bisa menyetopnya. Saya lanjut tanya kejelasan ke Bu B mengenai tiket itu. Ibu B katakan pada saya bahwa tiket itu sudah dipesan atas nama Bu D. My gosh! Mata hati saya jadi terbuka lebar. Bahwa memang hari sebelumnya Mbak D mendata petugas Humas yang akan pergi untuk diurusin tiketnya. Tapi saya tidak tahu kalau dia benar- benar sudah membooking tiketnya. Dan ketika saya minta konfirmasi ke mbak D, dia balik tanya"siapa yang suruh memesan tiket lagi? Khan sudah saya bilang bla bla bla" saya pun minta maaf sama dia. Karena saya lupa dan tidak berkoordinasi lagi dan kolega saya Mr A pun tidak mengingatkan saya. Untungnya, Mr L baru membooking belum mensuit. Jadi yang kami berdua tiketnya dibayalkan dan yang jadi hanya satu itu untuk wartawan. Kebayang deh kalau tadi diOK tiketnya kena charge tuh! Itulah permasalahan mengenai tiket. Tapi semuanya bisa diatasi dengan baik.


Jadi intinya kalau mau membooking tiket itu harus jelas siapa yang memerintahnya dan pastikan dulu sudah ada yang membooking atau belum.

Nah, sekarang kita lanjut ke tugas pada hari H di Surabaya.
Sebelumnya ingin saya katakan bahwa ini merupakan tugas pertama saya dengan membawa wartawan dari pusat ke daerah. Memang acaranya membutuhkan publikasi. Karena ini mengenai kebijakan baru pemerintah pusat. Tadinya kami akan membawa dua orang wartawan dari pusat. Tapi panitia hanya memiliki alokasi untuk satu orang wartawan. Karena panitia juga akan mengundang wartawan lokal dari pemrov Surabaya sebanyak 8 orang.


Berhubung tugas saya berkoordinasi dengan media maka sebelum berangkat pun saya tetap berkoordinasi soal media yang akan diundang untuk konferensi pers. Nah saya hubungi bu D, dia memberikan contact person Mr S, dari Mr S, saya dsioper ke Bu B, dari Bu B, saya dioper ke Pak A. Alesannya pak A lah yang mengurusi tentang media. Akhirnya saya berkoordinasi dengannya. Saya minta bantuannya untuk mengundang 8 orang wartawan lokal. Bebas darimana sja asalkan bukan asal-asalan. Saya pun minta nama-nama wartawan yang diundang dan koordinatornya. Karena akan ada kompensasi untuk mereka.


Yah, intinya konferensi pers pada hari H berjalan lancar dan dilangsungkan di ruang transit atau VIP room.
Nah, wartawan yang datang bersama kami dari pusat harus benar-benar diperhatikan. Amanat dari boss ku seperti itu. Boss saya menyarankan ketika si jurnalis itu mau pulang ke bandara hendaklah kami antarkan. Tapi kami tidak mengantarnya karena waktu itu ada salah seorang dari moderator kantor yang akan pulang jadi saya titip ke panitia. Habisnya kolega saya tidak bisa mengantarnya alesannya dia "disuruh" standby sama panitia. Malah ketika saya bilang kepada panitia tentang wartawan itu ada yang mengatakan "untuk apa diantar, kita harus lihat siapa bla bla bla" saya bilang ke ke orang itu bahwa itu amanat dari boss saya. Rupa-rupanya orang itu tidak tahu arti penting jurnalis. Dia pun bagian dari kita. Dialah yang membantu publikasi. Sebenarnya yang terpenting adalah kita sudah memfasilitasi wartawan tersebut.


Alhamdulilah seluruh rangkaian acara di Surabaya berjalan baik. Dan dapat dikatakan yang paling sukses diantara sosialiAsi ke dua provinsi sebelumnya. Dikatakan paling sukses karena pesertanya banyak memenuhi ruangan. Panitia mengira setelah diundur ini, pesertanya akan berkurang karena kecewa atas pengunduran yang terjadi. Tapi rupa- rupanya sebaliknya.

Begitulah behind the schene. Sukses tidaknya sebuah acara memang tergantung koordinasi yang baik khususnya sebelum dan selama pelaksanaan.
Oh ya satu lagi, untuk acara sosialisasi ini petugasnya dibantu dari pemrov. Seperti MC, Dirigen, pembaca doa, penerima tamu dsb. Ini bisa dijadikan pilihan. Hehehehe

NB: satu catatan dari kolega saya yang mengatakan bahwa pejabat itu tidak bisa dinggal begitu saja. Bagaimana kalau nanti ada wartawan yang mengikuti lantas minta uang.

Saturday, November 6, 2010

Catatan Dinas Ke Medan

Wah sudah lama tidak sharing tentang pekerjaan di sini. Beruntunglah tidak lupa saya akan email dan juga passwordnya.
Baiklah, kita mulai saja sharing. Ini tentang seputar koordinasi ketika kita ada dinas di daerah. Nah catatan koordinasi dinas kemarin yang kurang adalah tentang akomodasi dan juga pembuatan backdrop. Yup, sebenarnya teman saya yang berkoordinasi dengan panitia di Medan sudah jelas meminta panitia menyiapkan penginapan baik untuk Big Boss atau kami sebagai petugas Humas & Protokol. Kami kira mereka telah mengerti dan membooking penginapan untuk kami. Yang terpenting adalah penginapan atau kamar untuk big boss. Kalaupun kami nantinya tidak dipesankan kamar, itu tidak menjadi persoalan yang besar, kami bisa mencari alternatif lain. Tapi semuanya akan terasa lebih bagus kalau kami dibookingkan tempat yang sama dengan big boss supaya memudahkan koordinasi. Apa yang terjadi pada kami kemarin adalah panitia "lupa" membookingkan tempat penginapan.
Jadi, nanti sebelum dinas ke luar kota pastikan 100 % panitia di daerah telah menyiapkan penginapan untuk big boss dan kita. Tentang bayaran bisa dibicarakan nanti. Ada yang memang ditanggung panitia atau di rembes ke kantor atau kalau untuk kami dibayar kami sendiri. Tentu saja dengan biaya perjalanan dinas dari kantor yang diberikan kepada kami.
Nah kemudian masalah Backdrop. Ini yang luput dari perhatian kami. Seharusnya kami jeli mengenai persiapan panitia di daerah. Termasuk menanyakan rancangan backdrop yang akan dibuat. Dikarenakan di Backdrop itu akan ditulisi salah satunya dengan nama Big Boss. Seharusnya kami meminta rancangan backdrop untuk kami periksa dan laporkan kepada another boss. Nah apa yang terjadi pada kami kemarin adalah panitia salah menuliskan nama big boss di backdrop. Seharusnya tertulis huruf O tapi mereka menulis huruf A. Dan waktu itu posisi backdropnya sudah dipasang dan acara akan mulai beberapa jam lagi. Apa yang terlintas di benak kami waktu itu adalah menyiasatinya dengan menggunakan pilok. Ya huruf A dibulatkan jadi O. Tapi pada akhirnya panitia memutuskan untuk memprint ulang hanya nama big boss lalu nanti diambil huruf O nya dan ditempel. Sebenarnya kami sudah mengingatkan panitia beberapa kali. Tapi sampai acara dimulai panitia tidak melakukan pembenaran.
Jadi yang harus kami lakukan next time adalah meminta kepada panitia lay out atau rancangan backdrop terlebih dahulu untuk diperiksa ejaan ataupun kata-katanya. Kemudian kalau ada kesalahan penulisan nama kita harus terus Mengejar atau mengingatkan panitia sampai mereka merubahnya. Karena kalau tidak dirubah hasilnya akan menjadi masalah besar terutama ketika pengambilan foto. Karena foto penting untuk dilampirkan di berita. Jadi apa yang ditangkap kamerapun harus benar. Dan kalaupun tidak bisa dibenarkan penulisannya, kita harus mengingatkan MC untuk tidak salah menyebut nama big boss. Dan kiranya penting untuk menginformasikan kembali nama big boss yang benar ke panitia yang ada di daerah.
Demikianlah catatan kecil saya. Semoga akan menjadi lebih baik ke depannya. Amien :p

Tuesday, June 8, 2010

Belajar Koordinasi

Yup minggu kemarin saya belajar bagaimana caranya berkoordinasi...Apa itu Koordinasi?  yah intinya koordinaasi sangat penting untuk dilakukan supaya rencana atau kegiatan yang akan kita lakukan itu terarah. Jadi koordinasi yang baik bisa menghindarkan kita dari banyak missing Link...atau mis..mis..yang lain.
Koordinasinnya memang berjalan lancar tapi di akhir saya dibantu teman. Maklum saya pemula, masih harus banyak dibimbing oleh yang senior. Senior Bukan dalam hal usia saja tapi dari segi pengalaman walaupun masih muda.
Apa yang saya lakukan dalam berkoordinasi?
Yup sepanjang melakukan koordinasi saya melakukan contact atau komunikasi dengan panitia acara atau tuan rumah  yang memang mengundang Big Boss kita untuk hadir. Hal yang dikoordinasikan itu terkait dengan beberapa segi, misalnya:

  • Mengenai jadwal keberangkatan Big boss beserta rombongan yang akan mendampingi Boss
  • Akomodasi atau kendaraan yang di pakai, mulai dari pesawat dan juga kendaraan yang digunakan untuk menjemput Big Boss
  • Reservasi untuk VIP di Bandara
  • Memintakan Rundown acara kemudian menyusun ulang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan Big boss lalu di ACC Boss
  • Membuat surat pemberitahuan kedatangan Big Boss kepada pemerintah kota terkait, biasanya ke Gubernur dan juga Bupati. Kita biasanya kirim lewat fax. Surat pemberitahuan dibuat setelah kita mendapat Acc untuk rundown acara. 
  • Menetukan pakaian yang harus dipakai oleh Big Boss dan juga tamu undangan. Teman bilang katanya kalau hari sabtu minggu pakai batik atau PDH...
  • Koordinasi mengenai spanduk juga 
  • Dan yang terpenting adalah penulisan nama Jangan salah. 
Yup kira-kira gambarannya seperti itu dan masih banyak hal lain yang perlu dikoordinasikan...nanti juga Boss kita melakukan korodinasi lagi dengan panitianya..Begitulah salah satu kerjaan kita di sini...Bagaimana perasaan saya? yah, yang paling saya mengerti adalah menjalani apa yang ada di sini...sekali lagi, katanya Dinikmati saja....menambah pengalaman...

Friday, April 9, 2010

Apa itu survey?

Ceritanya kemarin sore ikut survey ke sebuah Hotel di Sudirman untk sebuah event yang akan didakan oleh kantor. Saya memang pemula jadi tidak tahu dan tidak berbuat banyak, hanya menjadi pengamat dan sesekali membisikkan pesan yang dititipkan oleh rekan saya kepada Mr A..Apa yang dilakukan mereka dengan Survey itu?
Yup..berikut hal-hal yang saya perhatikan.
  1. Mereka melakukan beberapa negosiasi agar tercapai suatu kesepakatan untuk acara minggu depan.
  2. Mereka survey tempat atau bagian-bagian mana saja yang aka  dijadikan atau dipakai untuk acara.
  3. Mereka berunding tentang layout atau tata letak tempat acara.Misalnya untuk acara akan dilakukan dibagian apa? dimana ruangan VIP? bagaimana layout tempat duduknya? mau bentuk class room atau U shape? bagiamana setting ruangan untuk Press conference disesuaikan dengan jumlah para wartawan yang diundang? menentukan tata letak untuk makan dsb. 
  4. Memperhatikan hal-hal yang kecil seperti backdrop dan juga mix yang harus disediakan oleh panitia termasuk layar, jewnis kursi dan meja... 
Itulah beberapa point yang saya amati...selain mencermati kelalaian saya. Dikarenakan tidak membawa rundown acara  yang terbaru... Mr A sambil memegang kepala saya dengan pelan "Kamu kalau ada apa-apa, apapun itu harus memberitahu saya" 
"hehehe...yak pak...soalanya itu baru keluar tadi siang. dan saya lupa tidak memberitahu dan memberikan rundown acara itu", jawab saya. Yah untunglah ketika saya tanya tema saya , dia mengatakjan jadwal yang baru tidak mengalamai banyak perubahan kecuali jadwal Konferensi pers yang dimajukan jadi jam 10....Thanks God...

Thursday, April 1, 2010

Mudah-mudahan lebih efektif kerjanya!

Yup ceritanya mulai hari ini ada beberapa website yang di block  diantaranya  Facebook, Friendster, dan Youtube (tiga itu yang saya search dan memang di block).




Maaf, website yang anda tuju kami block selama jam kerja!

Seperti gambar diataslah persisnya pemberitahuan itu. Bagi saya sendiri itu tidaklah masalah (benarkah?). Benar. Biasanya kalau tidak di block. Saya suka "kerja" diselingi buat blog. Khususnya di Friendster. Namun sekarang selama jam kerja saya tidak bisa melakukannya lagi. Tapi saya masih bisa mengakses Blogspot. Situs itulah yang tidak termasuk dalam list yang di block hehehehe....
Mengapa blogspot tidak di Block? Ah rasa-rasanya memang tidak terlalu banyak yang blogging (sok tahu-red)  

Benar, tidak masalah bagi saya situs itu di block atau tidak toh nantinya kita masih bisa  mengakses lagi. Terutama diwaktu non kerja. Di blok tidak apa-apa, berarti bisa fokus kerja (mudah-mudahan saja).Tidak diblock juga tidak apa-apa, berarti bisa "selingan" hehehe...yup semoga saja kerjanya bisa efektif ya :)

Wednesday, March 31, 2010

Hal yang"menarik" menurutku

Yup...hari senin kemarin saya mendapatkan tugas untuk mengikuti sebuah training dan hari selasanya saya mendapatkan tugas lagi untuk ikut meliput kunjungan pimpinan ke Rusunawa di Bandung. 
Mari kita pecah satu persatu, yang pertama tentang tugas di hari senin.

Tugas di Hari Senin adalah ikut Training tentang kepemimpinan  yang diadakan di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Berhubung saya tidak ada gambaran sama sekali tentang daerah itu, maka saya harus melakukan observasi lapangan. Di hari Minggulah saya melakukan observasi lapangan. tentu saja observasi dilakukan setelah saya tanya sana sini. Diantaranya tanya kepada teman-teman saya. Teman saya menyarakan untuk naik sarana transportasi umum No.66 dari Blok M maupun dari kantor. Berhubung hari minggu adalah hari libur, jadi  saya naik Kopaja 66 dari Blok M. Bagaikan orang desa masuk perkotaan (memang seperti itu kenyataannya) saya larak-lirik ke sebelah kanan dan kiri. Takut terlewat. oh ya salah satu ciri yang diberikan pihak training center itu adalah gedung KPK.  Ya tempatnya tepat di seberang gedung KPK. wah ternyata di Jl. Rasuna Said itu berdiri beberapa gedung Embassy, Balai Kartini dan juga gedung lainnya... wah masuk kuningan juga saya (Kampungan memang tapi saya menjelajah Batavia sedikit demi sedikit  :)
Dan akhirnya selesailah observasi saya dengan ditemukannya gedung untuk besok melakukan training.

Hari senin pun tiba saya melakukan training. Saya pun bertemu dengan beberapa teman yang baru. Menurut saya trainingnya sendiri, khusunya materinya, tidak terlalu menarik.Saya jadi ingat acara orientasi dulu di Buitenzorg. Ada terapi musik dengan  menggerak-gerakan anggota tubuh.Saya jadi bernostalgia dengan istilah sensor. Oh ya kita juga dipertunjukkan video yang sama. Hal ini menjadikan kegiatan itu menjadi biasa. Dan beruntungnya trainernya tidak membuat kantuk. Terima kasih walau bagaimana pun saya mendapat Ilmu.

Sekarang untuk kegiatan di  hari Selasa. Yup pertama kali mendapatkan sms saya kira Cingised itu di Batavia. Tapi ketika mendapatkan penjelasan yang agak mendetail dari pimpinan saya menjadi 'terkejut" kok Cingised itu ternyata di Parisj Van Java ya. Oh My God. Rupa-rupanya saya akan berangkat ke PVJ besok (Selasa-red)...kemana saja saya selama ini. Baru tahu.. lama saya tinggal di PVJ tapi tetap tidak tahu rute atau jalanan. Tepatnya ketika keluar dari Melong, Cibeureum, Kota Cimahi. Kita tersesat. Tadinya ingin Langsung ke Paster tapi apa daya tidak tahu arah jadinya menempuh rute yang aman. Kita ambil jalur Tol Padalarang. Jadinya berputarlah kita..lebih jauh lagi...ini seperti kita pertama kali pergi dari Batavia masuk ke Dago Bandung melewati jalur yang sama. At the end, perjalann berhenti ketika kita sampai ke Batagor itu dan bergabung dengan yang lain. Dan Baru sampai di kosan sekitar jam 21.00 WIB...Pernah tinggal di PVJ tapi tidak tahu apa-apa. Maaf saya  :)

Friday, March 12, 2010

Don't Sit in The Back!

Yup, how will you understand them if you sit behind them and only look their back?
Oh, Of course, it is terribly sorry.
So, at the meeting especially with foriegn people, you don't choose this. I felt in trouble hehehe ( twice i had the experience, and today is the second time)...as I am a beginnner not in advance level. I need to see their mimic. I meant their face. not face solely and yet how they make body language. How they move their lips etc...so must sit in front of them or face to face.

Yup, that's why i have to intensively learn English again, and learn how to deal with such a noise. the more we listen the noice, the better our english skill is, believe me heehhe....
I want to sit and face to face with them. Hehehe...

The question is, why don't you choose the chair by yourself and choose more srtategical place? hmmm...wish i can, it is set up.. must lure some of my friends....Let's sit face to face :)
How about You?

Hadir dalam Acara Bakohumas (2)

Yup let's continue the topic...

Informasi lain yang saya peroleh dalam pertemuan dengan Bakohumas adalah tentang tata cara berinternet sehat dan aman. Adapun pembicaranya adalah Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo: Dr Ashwin Sasongko. Beliau mengatakan, perilaku kita dalam berinternet haruslah dilandasai dengan agama dan etika. Apabila di dunia nyata kita berlaku sopan maka di dunia maya pun kita harus berlaku sopan. Sebaliknya, apabila Perilaku kita di Dunia nyata tidak sopan, maka di dunia maya harus sopan. Beliau mengatakan bahwa "dunia maya atau internet harus memberikan sebesar-besarnya manfaat bagi dunia nyata, jangan dibalik."

Ada beberapa tips yang diberikan oleh Dr. Ashwin Sasongko dalam berinternet yang sehat dan aman. Khususnya tentang bagaimana kita memblock situs yang negatif.
  1. Nawala Project-AWARI : Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat-istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.
  2. Download Software Filter Asusila www. Depkominfo.go.id : ini disediakan oleh depkominfo.
  3. Warmasif Trust Positif: warung masyarakat informasi.
Yah , itu adalah beberapa program yang bisa dijadikan sebagai pilihan untuk berinternet sehat dan aman. Selain itu, ada beberapa tata cara yang dapat kita lakukan untuk memblockir situs yang negatif:
  1. Tutup server sendiri. kemudian kita bisa mendowload software yang bisa memblokir kata-kata tertentu sehingga tidak bisa di seraching kalau kita mengketik certaint words. Atau block saja URL addressnya yang negatif.
  2. Setiap orang bisa mengadu kepada ISP (Internet Service Provider).
Intinya di sini saya hanya memposting bahan yang saya dapatkan. sayang kalau saya buang percuma. Anda yang lebih mengerti dari saya semoga dapat memanfaatkannya.
Informasi yang takk kalah penting adalah mengenai Pelaksanaan UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) No. 14 Tahun 2008 yang akan diberlakukan pada tanggal 30 April 2010. Setiap abadan publik harus memberikan informasi kepada masyarakat yang meminta. Ada beberapa sanksi yang dapat dikenakan apabila kita tidak memberikan informasi kepada mereka yang memintanya.
Terakhir adalah mengenai Sensus penduduk 2010 yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2010. Yup, Indonesia mengadakan Sensus Penduduk setiap sepuluh tahun sekali. Ada tida macam sensus Penduduk: Sensus Penduduk, Pertanian, dan Ekonomi. Mengapa sensus sangat penting? Menurut Djamal, SE, M.Sc, Sekretaris Utama BPS-RI ada tiga alasan, yaitu: untuk memotret jumlah penduduk saat ini, memotret dinamika penduduk, dan memotret kemajemukan penduduk. Sensus yang akan dilakukan tahun ini berdasarkan by name by address (seseorang akan disensus apabila sudah tinggal selama 6 bulan di suatu wilayah tertentu atau kalaupun orang tersebut baru tinggal selama 2 hari, akan tetapi bila ada keinginan atau akan tinggal di wilayah itu lebih dari enam bulan boleh untuk disensus) dan dilakukan secara door to door.
Demkian Teman-teman sharing infonya dari saya. Semoga bermanfaat :)

Thursday, March 11, 2010

Hadir dalam acara Bakohumas

Yup, hari ini pagi-pagi benar saya datang ke kantor dan sekitar pukul 7.10 wib saya sudah tiba. Masuk ke ruangan sudah ada Pak W... tapi tugas saya pagi ini bukanlah mengkliping, melainkan pergi dengan Devi ke Hotel yang terletak di Jl. Mh. Thamrin, untuk menghadiri acara Bakohumas.
Hm... bercerita tentang Bakohumas, teringat saya akan sebuah seminar yang saya ikuti ketika masih menjadi Mahasiswa dahulu. Persisnya seminar yang diadakan oleh Perhumas. Tentunya dengan harga Mahasiswa.

Apa bedanya Bakohumas dan Perhumas?
Bakohumas sendiri merupakan singkatan dari Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah. Sedangkan Perhumas adalah kependekan dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia.
Tentunya saya antusias sekali mengikuti acara seperti itu. Dikarenakan, sekali lagi, berhubungan dengan background pendidikan saya. Bakohumas sendiri khusus untuk humas seluruh pemerintah. Namun, dalam pelaksanaan kegiatannya, seperti yang saya ikuti hari ini, tidak menutup untuk mengundang humas dari instansi lain atau non pemerintah (Anda bisa searching lagi untuk hal ini).
Ini adalah moment yang sangat special bagi saya. Selain, mendapatkan ilmu, saya juga bertemu dengan orang-orang yang sangat hectic namun bersedia untuk meluangkan waktunya. Ah saya juga bertemu dengan teman lama, wah dunia ini memang amazing....
Nah, untuk perhumas sendiri yang saya ketahui merupakan perhimpunan seluruh humas. Jadi, tidak ada batasan, apakah mau dari pemerintah atau non pemerintah. Jadi, yang saya rasakan adalah saya tinggal memiliki niat dan juga kemauan untuk mengikuti undangan acara, tentunya juga dengan seiizin Boss.

Nah kebetulan hari ini saya tidak membuat beritanya. Tapi kami (saya dan teman saya) membuat memo dinas. Di dalam memo tersebut kita menuliskan point-point dari hasil pertemuan tadi.

Apa yang saya dapatkan dari acara tadi pagi?
Baiklah saya akan sharing point-point pentingnya saja. Oh ya, di dalam acara tersebut ada empat pembicara.

  1. Tujuan diadakannya acara sosialisasi oleh Bakohumas diantaranya; untuk menjalin hubungan yang harmonis dan juga meningkatkan koordinasi antar humas pemerintah.
  2. Untuk memahami fungsi PR. Oh ya, PR atau Humas mungkin ada di Strata 3/4 di tempat kerja kita, tapi dalam melaksanakan fungsinya dekat dengan top management atau paling depan. Humas bertugas menyampaikan pesan dari top management ke masyarakat melalui strategi-strateginya dan juga bagaimana humas mengemas pesan dari masyarakat untuk pimpinan.
Thats all for tonight...will continue tomorrow

Monologue

Yup, finally i surrender for not creating blog here and yet i see so many things that i can share with you. So, i determine to create this blog. Enjoy it, i hope you like it.